Fish pellets are often made from various ingredients. Some even has nutrients for the fishes. Surprisingly, we can make our own fish pellets using leftover food as our main ingredient. To find out if it will work we tried it out today.
We collected some leftover foods from the school cafeteria and had them washed. It may sound disgusting at first, washing away the oils and spices from someone’s leftovers. However, if you do it together, with a friend perhaps, it has its own pleasure and can bring joy and laughter. Don’t believe me? Just try it!
The washed leftovers then got blended with a small amount of water until its smooth, just like a smoothie. Now, you can start shaping the blended leftovers into small ball-like-pellet shape.
The last thing to do is to oven the pellets, so that the water will evaporate and harden the pellets. Just like the real one that you can find in stores.
This part was really fun because we can talk about the things that we like with each other while waiting for the pellets to harden.
Sadly, we haven’t feed the fishes in our school fish pond with our pellets yet. So it have not been tested if our pellets would work. However if it does, we are planning to sell it and make a profit out of it. We can also be more creative and innovative by adding some nutrients to the pellets. There are a lot of things waiting for us to be explored in our fish pellet making journey.
Written by: Gabriel Enrique
Done by: Gabriel, Rajaa, Justin, Naufal, Nadja
Date: August 30, 2017



Update on Fish Pellet, ditulis oleh Rajaa
Setelah percobaan pertama beberapa minggu lalu, kita sudah mencoba membuat pellet ikan setiap minggu pada hari jumaat. Tetapi cara kita membuat pellet tersebut belum konsisten. Jumlah makanan yang kita pakai pada saat membuat pellet masih acak, kadang box makanan sisa penuh dan kadang box makanan itu kosong. Jadi jumlah porsinya masih agak acak. Pada saat kita blender makananya (yang porsinya beda-beda) kita kadang menggunakan air 100 ml dan kadang kita tidak pakai air karena ada makanan yang sudah ada air di dalamnya.
Salah satu masalah yang kita juga hadapi adalah betapa cepatnya pellet tersebut jamuran. Setiap kali kita keluarkan hasil pellet minggu sebelumnya, semua makanan ikanya sudah berjamuran. Saat pertama kali kita melihat pellet yang berjamur kita kira pelletnya belum kering dan masih ada banyak air di pellet tersebut. Tetapi teori yang aku punya adalah karena pellet tersebut terbuat dari makanan bekas yang telah di campur maka itu membuat spora spora lebih gampang untuk tumbuh di pellet tersebut. Pada saat kita ambil makananya dari box makanan sisa, makanan tersebut umurnya sudah setengah hari dan setelah kita buat pelletnya kita tinggalkan selama satu minggu. Kondisi yang kita tinggalkan pellet tersebut membuat jamur lebih gampang untuk tumbuh.
Masalah lain yang kita hadapi adalah berapa lama pemanggangan makanan. Pada awal kita tuangkan satu satu ke dalam penampan oven, tetapi proses matangnya sangat lama jadi minggu berikutnya kita mencoba dengan cara lain. Setelah melihat hasil cara pertama, kita meratakan makananya agar lebih cepat. Tetapi matangnya terlalu cepat dengan cara ini. Menurut kami solusi untuk masalah ini adalah kita menaruh makananya ke oven lebih awal dengan cara pertama agar matangnya rata. Jadi kita tidak perlu menunggu lama untuk pellet ikan tersebut.
Tanggal: 13 Oktober 2017
